Pada kesempatan ini coba kita bahas konsep untuk mitigasi bencana yang mungkin bisa menjadi standar
Persiapan awal
Persiapan ini perlu di lakukan, dan beberapa persiapan yang harus di siapkan adalah
Lakukan Quick Rapid Assessment (Penilaian Cepat 15–30 Menit Pertama)
Dalam kondisi kita saat ini informasi yang baik akan memberikan kemudahan dan pemercepatan dalam penangan.
Secara garis besar informasi yang harus segera didapat antara lain :
1. Penilaian dampak manusia (Human Impact)
2. Penilaian Infrastruktur
3. Kebutuhan Mendesak
4. Ancaman Susulan
5. Kontak Relawan atau Koordinasi Lapangan
Maka perlu ada kesiapan cepat untuk bisa
Kirim tim kecil (2–3 orang) sebagai tim pendahulu (reconnaissance) untuk mengumpulkan data dasar menggunakan metode 3W:
1. Jenis bencana apa yang sedang terjadi, adakah kemungkinan susulan
2. Lokasi Pastinya, dan kondisi jalan terputus atau tidak, jalur menuju ke lokasi bagaimana dan sebelum bencana bagaimana atau via jalur apa.
3. Kebutuhan yang paling mendesak untuk beberapa jam kedepan dan berapa jiwa yang ada disana di bagi atas anak anak, perempuan lansia dan orang dewasa (pria)
Sehingga perlu penerapan Standar ISO yang Wajib Dimiliki oleh masyarakat, lembaga pemerintah, korporasi, maupun organisasi sipil di Indonesia memerlukan kerangka kerja berstandar internasional:
ISO 22301 (Business Continuity Management System / BCMS): Standar sistem manajemen kelangsungan usaha. Fokus utamanya memastikan organisasi atau lembaga layanan publik tetap mampu beroperasi dan pulih dengan cepat setelah dilanda bencana.
ISO 31000 (Risk Management): Pedoman manajemen risiko untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi bahaya bencana sebelum dampaknya meluas.
ISO 22320 (Emergency Management): Spesifikasi untuk penanganan tanggap darurat, mengatur koordinasi antarlembaga, komunikasi krisis, serta komando insiden agar evakuasi berjalan efektif.
Bersambung...
Kita akan bahas fokus ke teknologi kedepannya, jadi mohon info jika butuh di sambung lebih lengkapm akan rincian tulisan ini